021 - 28671161

Renungan

PENGUJI KARAKTER

2 Tawarikh 26:16-2

31 Mei 2019

Jumat, 31 Mei 2019

DOPUS H-40

Bagi sebagian orang, kekuasaan selalu menjadi kursi yang menggiurkan. Mereka merasa bisa melakukan apa pun dan bebas karena kekuasaannya. Tetapi kekuasaan justru menjadi tempat yang licin. Tidak sedikit yang jatuh tergelincir. Tentang kesengsaraan dan kekuasaan, Abraham Lincoln pernah berkata: "Hampir semua orang bisa menghadapi kesengsaraan, tapi jika Anda ingin menguji karakter seseorang, berikan dia kekuasaan." Raja Uzia melewati masa-masa sulit sejak muda sehingga ia tercatat sebagai orang yang mencari Tuhan sungguh-sungguh. Tetapi ketika ia merasa diri kuat dan mendapatkan kekuasaan, hatinya berubah. Karakter yang sesungguhnya pun muncul. Ia berubah menjadi tinggi hati, melakukan tindakan yang merusak, dan tidak lagi menghormati rman Tuhan. Patut disayangkan jika di akhir hidupnya, raja Uzia harus mengakhirinya dengan buruk. Ia mati karena kusta. Kekuasaan tidaklah salah. Namun ketika kita mendapatkannya, jika hati kita tidak siap, maka kita bisa dengan mudah berubah. Kekuasaan memang menjadi penguji karakter kita yang sesungguhnya. Karena itu penting bagi kita untuk selalu memiliki kesadaran bahwa kekuasaan hanyalah titipan dan kepercayaan yang berasal dari Tuhan. Kekuasaan diberikan untuk membahagiakan orang lain, bukan diri sendiri. Di sinilah kerendahan hati kita akan tetap terpelihara dengan baik. 

Bacaan Alkitab 1 tahun : 2 Taw 13 – 14 ; Yoh 12 : 1 – 26