021 - 28671161

Renungan

MEMBERI TELADAN HIDUP

Filipi 4:2-9

29 Mei 2019

Rabu, 29 Mei 2019

DOPUS H-38

Adalah hal yang bijak bila kita mau belajar dari pengalaman hidup orang lain, terutama berkenaan dengan proses hidupnya dalam meraih keberhasilan. Kita pun juga bisa mengambil sisi positif (hikmah) di balik kegagalan yang orang lain alami. Rasul Paulus ialah orang yang berhasil menggenapi rencana Tuhan dalam hidupnya. Ia layak menjadi  teladan atau panutan bagi para pelayan Tuhan atau pemimpin rohani. Mengapa kita harus meneladani rasul Paulus? Karena ia adalah orang yang tidak hanya sekedar mengajarkan kebenaran kepada orang lain secara teori, tapi ia juga hidup dalam kebenaran itu sendiri. 

Rasul Paulus taat melakukan kehendak Tuhan. Ini sangat kontradiktif dengan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang hanya mahir berteori (Matius 23:3). Karena itu patutlah kita mengikuti jejak Paulus yaitu hidup dalam ketaatan. Dalam mengerjakan panggilan Tuhan sebagai pemberita Injil Paulus tidak melakukannya dengan setengah-setengah, tapi totalitas. Ia rela menderita bagi Injil Kristus, bahkan nyawa pun rela dipertaruhkan (Kisah 20:24). Sekalipun harus diperhadapkan dengan berbagai tantangan, ujian, aniaya dan penderitaan, tak terbersit sedikit pun dalam pikiran Paulus untuk mundur atau berhenti memberitakan Injil. Semangatnya untuk melayani Tuhan terus berkobarkobar dan tak pernah padam. Ia berprinsip: "...bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan." (Filipi 1:21-22)


Bacaan Alkitab 1 tahun : 2 Taw 7 – 9 ; Yoh 11 : 1 – 29