021 - 28671161

Renungan

BUKAN PAMERAN KEROHANIAN

1 Korintus 1:10-17

14 Mei 2019

Selasa, 14 Mei 2019

[DOPUS hari ke 23]

Memiliki karunia rohani adalah sebuah anugerah. Itu harus diterima lewat ucapan syukur. Kita wajib berserah dan bersandar kepada Kristus, Sumber dari segala karunia. Karunia rohani tidak pernah dimaksudkan sebagai ajang pamer. Sebaliknya, karunia digunakan sebagai wahana agar Allah membentuk kita semakin serupa Kristus. Tanpa adanya sikap ini, maka karunia rohani dapat disalahgunakan. Karunia akan menjadi sumber kesombongan. Rasul Paulus sangat keras menentang itu. Oleh karena itu, Rasul Paulus merasa perlu menulis surat kepada jemaat Korintus. Penyebabnya, ia prihatin atas beberapa kejadian di sana. Ia mendengar laporan tentang adanya perpecahan dalam jemaat. Apa akar perpecahan ini? Bagaimana hal ini dapat terjadi dalam tubuh Kristus? Ini dikarenakan mereka lebih menyukai pemimpin tertentu. 

Perselisihan di Korintus terjadi dari sikap mengagungkan manusia dan ”hikmat perkataan”. Akibatnya, jemaat terpecah menjadi beberapa kelompok dengan menjagokan idola  masing-masing. Paulus menegur itu. Ia mengingatkan bahwa mereka adalah satu keluarga. Kristus yang mempersatukan mereka, bukan manusia. Kehidupan kerohanian dan pelayanan tidak boleh diukur menggunakan ”selera kedagingan”.Hanya Dia yang layak dipermuliakan, bukan manusia. 

Tujuan Allah memberikan karunia ialah agar pelayanan lebi efektif untuk memberitakan Kristus kepada dunia. Karunia Allah hanya boleh dipergunakan sebagai alat pelayanan, bukan alat pameran. 


Bacaan Alkitab 1 tahun : 2 Raj 19 – 21 ; Yoh 4 : 1 – 30