021 - 28671161

Renungan

TIDAK KOMPROMI DENGAN KEJAHATAN

Kisah Para Rasul 16:13-18

14 November 2018

Saat Paulus tiba di Filipi, dia mengalami beberapa kemudahan dalam pelayanan. Namun, ada juga risiko dan ancaman yang menghadang pelayanan Paulus. Melalui kegigihannya dalam melayani Allah, pada akhirnya ada seorang perempuan penjual kain ungu bernama Lidia yang membuka hatinya untuk percaya kepada Kristus (14). Lidia pun menyerahkan dirinya untuk dibaptis. Dia meminta Paulus berkenan untuk menumpang di rumahnya sebagai bukti bahwa Lidia benar-benar percaya (15). Dalam kunjungan Paulus ke salah satu sinagoge yang ada di daerah itu, Paulus mengalami gangguan dari roh tenung yang merasuki seorang hamba perempuan. Hamba itu diperalat oleh tuannya untuk mendatangkan keuntungan materi dari hasil tenungannya (bdk. 16:19). Selama Paulus melayani, dia dibuntuti oleh hamba perempuan itu berhari-hari lamanya, sambil berseru-seru: "Orang-orang ini adalah Hamba Allah yang Mahatinggi!" Paulus tidak tahan dengan kelakuan hamba perempuan itu. Ia menghardik roh tenung itu dengan berkata, "Demi nama Yesus Kristus! Seketika keluarlah roh tenung itu" (18). Saat kejahatan dipoles dengan kebenaran palsu dan keuntungan materi, maka banyak orang tergiur memilih jalan itu. Dalam dunia yang hedonis ini, banyak kejahatan dibungkus dengan sesuatu yang kelihatannya benar. Jangan terkecoh dan mau dibodohi. Katakan tidak pada perbuatan dosa. Mintalah kepada Roh Kudus untuk menolong kita tidak kompromi dengan dosa.


Bacaan Alkitab 1 tahun : Ratapan 3– 5;Ibrani 10:19–39