021 - 28671161

Renungan

KEBESARAN HATI DAN RENDAH HATI

Yohanes 3:22-36

13 November 2018

Suatu kali murid-murid Yohanes Pembaptis mendatanginya dan bercerita bahwa Yesus Kristus membaptis banyak orang dan banyak pengikutnya pergi kepada Yesus. Apakah Yohanes iri atau bersungut-sungut? Tidak! Ia justru senang Yesus makin dikenal dan dicari banyak orang, makin besar pengaruhnya. Yohanes mengerti dirinya hanya pembuka jalan, hanya utusan, sehingga dengan rendah hati ia merelakan dirinya makin kecil dan Yesus makin besar. Saat itu ia memiliki pengaruh dan nama besar. Raja Herodes pun takut untuk membunuhnya karena Yohanes dianggap nabi, bahkan setara dengan Elia. Namun, kerendahan hati Yohanes membuatnya bersaksi tentang Yesus. Baginya, kehilangan pengikut tidak membuatnya hina atau rugi, justru hal itu sesuai dengan tujuan hidupnya. Kalau orang-orang binaan sekarang jauh lebih hebat dan lebih berhasil daripada kita, patutlah kita mengucap syukur. Berarti jerih payah kita tidak sia-sia dan mendatangkan hasil yang jauh lebih baik. Kita berterima kasih kepada Tuhan karena memberkati hidup mereka. Tak perlu iri, tetapi dukung dan doakan mereka agar makin maju dan makin hebat. Kita harus senang orang-orang yang kita bimbing dan latih menjadi lebih hebat.


Bacaan Alkitab 1 tahun : Ratapan 1– 2 ;Ibrani 10:1–18