021 - 28671161

Renungan

BUAH SUKACITA

1 Tesalonika 2:13-20

11 November 2019

Senin, 11 November 2019 


Sebagai seorang rasul, pengajar, sekaligus S pemimpin jemaat, Rasul Paulus punya alasan untuk mengucap syukur dan bersukacita. Sukacita bukan didasarkan atas berapa banyak orang yang telah mendengar Injil yang diberitakannya. Bukan pula didasarkan kepada berapa banyak orang yang telah menerima kesembuhan setelah didoakannya. Sukacita dan ucapan syukur Rasul Paulus tidak didasarkan pada banyaknya hasil yang telah dicapai karena usaha kerasnya. Tetapi ia bersukacita: ketika jemaat di Tesalonika menerima firman Allah itu bukan sebagai perkataan manusia, tetapi sebagai rman Allah yang bekerja dalam hati mereka. Tidak hanya itu, mereka pun menghidupi kebenaran rman itu bahkan rela menderita karena iman mereka kepada Kristus. Jika kita seorang pengajar, kita berharap apa yang kita ajarkan tidak hanya dapat didengar dan diterima. Lebih dari itu, kita berharap para murid akan menghidupi apa yang mereka dengar. Sebagai seorang pemimpin, kita pun berharap orang-orang yang kita pimpin akan bertumbuh dalam segala hal ke arah yang baik. Itulah buah sukacita dan ucapan syukur kita kepada Tuhan! 


Bacaan Alkitab 1 tahun: Yeremia 50 ; Ibrani 8