021 - 28671161

Renungan

DI LUAR PEMIKIRAN KITA

Mazmur 105:16-24

27 Agustus 2019

Selasa, 27 Agustus 2019

Saat sedang dihadapkan dengan permasalahan yang berat, seringkali dalam doa-doa kita, kita memaksa Tuhan untuk segera menolong kita dan berharap cara Tuhan menolong itu sesuai dengan cara kita, jalan Tuhan dalam menolong itu seperti jalan kita.  Dalam firman-Nya Tuhan sudah menegaskan bahwa  "...rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu."  (Yesaya 55:8-9).  Karena itu milikilah iman dan penyerahan diri penuh kepada Tuhan, tak perlu kita mereka-reka jalan menurut pemikiran akal kita. Ketika bangsa Israel dilanda kelaparan yang dahsyat, Tuhan menyelamatkan umat-Nya ini dengan cara-Nya yang di luar nalar, tak dapat dimengerti dan tak terjangkau oleh jalan pemikiran manusia.  Bukankah Tuhan sanggup mendatangkan kesuburan tanah di Kanaan tanpa harus mengirim Yusuf ke Mesir dengan cara yang sedemikian unik?  Namun Tuhan tak menempuh jalan yang direka-reka manusia.  Tanah Kanaan ketika itu akan mengalami kelaparan yang dahsyat, dan Tuhan telah mengetahui apa yang akan terjadi jauh sebelum saat itu.  Yusuf, yang pada waktu itu masih berusia belia yaitu sekitar 17 tahun, diutus Tuhan untuk ke Mesir demi penyelamatan bangsa dan juga sanak saudaranya.  Untuk sampai ke Mesir Yusuf harus melewati perjalanan hidup yang penuh liku dan derita.  Pada akhirnya Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktu-Nya!  (Kejadian 41:40-41).


Bacaan Alkitab 1 tahun : Mazmur  120 – 122 ; 1 Kor  9