021 - 28671161

Renungan

BIJI SESAWI DAN RAGI

Matius 13:31-35

10 November 2019

Minggu, 10 November 2019 


Di kalangan Yahudi, biji sesawi banyak dipakai D sebagai istilah untuk menggambarkan sesuatu yang kecil. Kontras antara kecilnya benih dan begitu besarnya pohon di kemudian hari merupakan hal yang ingin ditekankan Yesus melalui perumpamaan biji sesawi. Perumpamaan itu merupakan gambaran Kerajaan Allah yang dinyatakan melalui kehadiran dan pelayanan Yesus. Semula dianggap sepele dan diragukan oleh para pemimpin Yahudi, karena Yesus tampil bukan sebagai seorang raja yang berkuasa. Ia hanya anak tukang kayu, dan berkeliling dengan sekelompok murid yang terdiri dari orang-orang kebanyakan. Namun banyak orang yang kemudian mengalami kuasa Kerajaan Allah itu melalui pengajaran dan mukjizat yang Dia lakukan. Benih sesawi dan ragi menggambarkan kuasa yang tersembunyi, yang secara diam-diam bekerja dan berdampak besar bagi banyak orang. Benih yang tertanam di dalam tanah itu memang kemudian tumbuh menjadi sebuah pohon besar, tempat burung-burung bersarang. Sampai kini pun banyak orang yang menganggap remeh Kerajaan Allah yang dinyatakan melalui karya Yesus. Bagi mereka, Yesus seolah tokoh dongeng yang ceritanya enak didengar, tetapi bukan untuk diimani. Percayalah, suatu saat Kerajaan Allah akan menyatakan kemuliaan-Nya. Sebab itu kita perlu mendoakan dan bersaksi agar kuasa Kerajaan Allah berkarya bagi banyak orang.


Bacaan Alkitab 1 tahun : Yeremia 48 – 49 ; Ibrani 7