021 - 28671161

Renungan

KEHIDUPAN LAMA=PENGHALANG DOA

Yesaya 59:1-21

09 Agustus 2019

Jumat, 09 Agustus 2019


Ketika kita belum mengenal Kristus dan m e n e r i m a  D i a  s e b a g a i T u h a n d a n Juruselamat, keberadaan kita tak jauh berbeda dengan orang-orang Israel yang hidup dalam perbudakan di Mesir. Dan setelah mereka keluar dari Mesir di bawah pimpinan Musa, mereka dibebaskan dari perbudakan. Sekalipun sudah keluar dari Mesir, banyak di antara mereka yang ingin kembali ke Mesir demi memenuhi keinginan dagingnya. Mereka terus membanding-bandingkan dengan kehidupan di Mesir yang dirasa lebih menyenangkan secara daging. Padahal di Mesir mereka menjadi 'budak'. Seorang Kristen yang telah ditebus oleh darah Kristus sudah seharusnya 'keluar' meninggalkan kehidupan lamanya termasuk dosa-dosanya, dan tak patut menoleh kembali ke Mesir, yang adalah lambang kehidupan duniawi. Sebab kita telah dipilih untuk menjadi imam-imam-Nya Tuhan, seperti yang rasul Petrus katakan (1 Petrus 2:9-10). Lalu timbul pertanyaan: kalau kita ini adalah umat pilihan Tuhan, umat kepunyaan-Nya sendiri, dan dikasihi-Nya sedemikian rupa, mengapa banyak doa-doa kita tak memperoleh jawaban? Mengapa Tuhan sepertinya tak mau mendengarkan doa-doa kita? Yang menjadi penyebab doa-doa kita dijawab Tuhan adalah karena dosa dan pelanggaran kita. Setelah kita dikeluarkan dari kegelapan, dari perbudakan di Mesir, kita seharusnya menunjukkan kualitas hidup yang sesuai dengan panggilan Tuhan yaitu menjadi imamat rajani dan saksi-saksi-Nya di tengah dunia. Kita tak dapat menyenangkan hati Tuhan tanpa ketaatan (Yesaya 59:2).


Bacaan Alkitab 1 tahun : Mazmur 77 – 78 ; Roma 10