Rabu, 21 Maret 2018 - 09:10:52 WIB
BERIBADAH ITU MENAKLUKKAN DIRI
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Saat Teduh - Dibaca: 119 kali

Rabu, 21 Maret 2018

BERIBADAH ITU MENAKLUKKAN DIRI

Ibrani 9:1-10

Keagamaan Yahudi memiliki banyak simbol yang menyatakan keagungan Allah. Hal itu tercermin pada Kemah Pertemuan. Pada Kemah Allah
terdapat pembagian tempat dan ruangan sebagai pemisah untuk Allah dan manusia.

Pemisahan itu memperlihatkan bahwa manusia yang berdosa tidak dapat mendekati Allah yang kudus. Terlebih dahulu mereka harus membersihkan dan menyucikan dirinya dengan ritual yang telah diatur dalam hukum-hukum Allah.

Pada masa Perjanjian Lama, untuk bertemu dengan Allah dibutuhkan perantara, yaitu Imam Besar. Hanya dia yang diperbolehkan memasuki ruang Mahakudus, tempat di mana Allah hadir. Sebelum bertemu Allah, Imam Besar harus mempersembahkan korban pendamaian untuk setiap kesalahannya agar dirinya tahir di hadapan Allah. Kenyataan ini membuat kita menyadari bahwa kesucian hidup menjadi faktor utama bagi seseorang untuk berjumpa dengan Allah. 

Yesus sebagai Imam Besar Agung yang sempurna telah menjadi pembuka jalan bagi manusia agar dapat berjumpa dengan Allahnya tanpa diliputi rasa takut. Ia telah mempersembahkan dirinya sebagai korban pendamaian dan tebusan salah. Dengan penebusan itu, manusia dapat masuk dalam hadirat Allah dengan rasa aman dan sukacita.

Bersyukurlah karena saat ini kita dapat beribadah kepada Allah bukan dengan ketakutan, tetapi dengan riang gembira. Manusia yang selayaknya menerima hukuman dari cawan murka Allah telah mendapatkan penebusan melalui Yesus. Kematian Kristus membuka jalan dan memampukan kita untuk tidak kembali pada hidup yang lama.

Bacaan Alkitab 1 tahun : Yos 7 – 9 ; Luk 1 : 21-38




Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)