Jumat, 02 Maret 2018 - 10:34:25 WIB
MEMBANGUN KEINTIMAN DENGAN TUHAN (1)
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Ibadah Raya - Dibaca: 306 kali

MEMBANGUN KEINTIMAN DENGAN TUHAN

Tuhan Allah menciptakan manusia pertama yaitu Adam segambar dan serupa dengan Dia (Kejadian 1:26-27), ini berarti bahwa manusia itu memiliki gambar Allah (Imago Dei). Di dalam segambar dan serupa dengan Allah ini, manusia memiliki kemampuan untuk membangun hubungan baik dengan sesama, terlebih dengan Tuhan.

Alkitab Perjanjian Lama (bahasa Ibrani) memakai kata Yada untuk menggambarkan hubungan yang sangat intim antara Tuhan Allah dengan manusia pertama. Salah satu makna dari kata yada ini adalah seperti hubungan suami isteri sangat intim sekali. Namun, pada waktu manusia jatuh dalam dosa, gambar Allah dalam diri manusia itu rusak, dan keturunannyapun tidak lagi memiliki gambar Allah. Kejadian 5:3 berkata bahwa Adam memperanakkan Set menurut rupa dan gambarnya, tidak lagi menurut rupa dan gambar Allah. Karena dosa, manusia tidak mampu lagi membangun relasi yang baik baik kepada sesama maupun kepada Tuhan.

Tuhan Allah sangat mengasihi manusia, walaupun sudah dalam keadaan berdosa. Sejak dari Perjanjian Lama, berulang-ulang Tuhan Allah menyatakan bahwa Dia sangat mengasihi umat-Nya. Yeremia 31:3, “Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu”.

Puncak kasih Tuhan Allah adalah peristiwa dimana Firman menjadi manusia. Tuhan Allah mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk menebus umat manusia yang berdosa. Melalui karya Kristus di kayu salib, Dia sudah menebus umat yang percaya kepada-Nya dari segala dosa dan pemberontakan. Roma 5:8, “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa”.

Kematian Yesus di kayu salib berarti juga memulihkan gambar diri Allah yang telah rusak sebelumnya. 2 Korintus 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”. Yehezkiel 36:26-27, “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.”. Kematian Yesus di kayu salib memberikan kemampuan kepada manusia untuk
membangun relasi yang baik kepada sesama dan juga relasi yang intim kepada Tuhan.

By: Pdm.Rapi Gultom, S.Th




Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)