Rabu, 12 Juli 2017 - 13:23:11 WIB
MANUSIA ALLAH
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Ibadah Raya - Dibaca: 206 kali

MANUSIA ALLAH

1 Korintus 3:1-3 berkata: “Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya. Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?”

Melalui ayat di atas, ternyata ada 2 jenis manusia, yaitu:
1. Manusia duniawi
2. Manusia rohani (manusia Allah)


MANUSIA DUNIAWI Vs MANUISA ROHANI
(1 Timotius 6:5-11)

1 Timotius 6:5-11, berkata: “Percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan. Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi”
Dari ayat-ayat di atas dapat disimpulkan bahwa:
1. Manusia duniawi
a. Selalu berorientasi kepada keuntungan jasmani (dunia): Uang, Posisi, Jabatan (Tahta), Seks diluar nikah, Dll.
b. Rela menghancurkan hubungan demi uang, jabatan (posisi), nafsu seks, dll.
c. Rela melakukan kejahatan demi uang, jabatan (posisi), nafsu seks, dll.
2. Manusia rohani (manusia Allah)
a. Sadar bahwa dia dipanggil untuk hidup kekal.
b. Memikirkan hidup kekal
c. Bersedia merebut (rela mengorbankan apapun) demi hidup kekal.
d. Yang dikejar (1 Timotis 6:11) :
 keadilan,
 ibadah,
 kesetiaan,
 kasih,
 kesabaran
 dan kelembutan


STANDART HIDUP MANUSIA ALLAH

1. Hidup keagamaan harus lebih benar dari para ahli taurat dan orang farisi. Matius 5:20, “Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
2. Sempurna. Matius 5:48, “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
3. Roh, jiwa dan tubuh kita tidak bercacat (sempurna). 1 Tesalonika 5:23, “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.


BAGAIMANA MENGUBAH MANUSIA DUNIAWI MENJADI MANUSIA ROHANI
(MANUSIA ALLAH)?

A. SECARA ROH
Menerima Hidup (Benih, Roh) dari Allah,
1. Terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Kita menerima benih Ilahi. 1 Yohanes 3:8-9, “barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu. Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.
2. Kita menerima hati yang baru, roh yang baru dan hati yang taat. Yehezkiel 36:26-27, “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.”

B. SECARA JIWA
Mengubah pikiran (jiwa) selaras dengan Firman Tuhan (Roma 12:2), “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

C. KARENA ROH TELAH SEMPURNA, JIWA SELARAS FIRMAN TUHAN, MAKA TUBUH AKAN MENGIKUTI KENADALI ROH YANG DIPIMPIN OLEH ROH KUDUS

Roh
Jiwa
Tubuh
CONTOH MANUSIA ALLAH (MAN OF GOD) ADALAH DANIEL:

Daniel 1:8, “Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.”.

Daniel 3:17-18, “Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

Daniel 6:1-3, “Lalu berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan; membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan. Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.

Daniel 9:2-4, “pada tahun pertama kerajaannya itu aku, Daniel, memperhatikan dalam kumpulan Kitab jumlah tahun yang menurut firman TUHAN kepada nabi Yeremia akan berlaku atas timbunan puing Yerusalem, yakni tujuh puluh tahun. Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu. Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: "Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu!




Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)