Senin, 29 Mei 2017 - 08:51:23 WIB
HIDUP DALAM KERAJAAN ALLAH MEMILIKI PARADIGMA KERAJAAN ALLAH
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Ibadah Raya - Dibaca: 30 kali

HIDUP DALAM KERAJAAN ALLAH –  MEMILIKI PARADIGMA KERAJAAN ALLAH

Paradigma atau cara pandang (penilaian) seseorang akan mempengaruhi tujuan hidupnya (fokus hidupnya) dan tindakannya.  Kalau paradigma kita salah, maka fokus hidup serta tindakan kita akan salah.  Banyak paradigma kita dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya, nasehat orangtua yang kelihatannya benar, padahal salah.  Misalnya: banyak orangtua yang memotivasi atau menekankan anaknya supaya berhasil, kalau tidak berhasil tidak akan jadi orang.  Sehingga banyak orang fokus hidupnya selama di dunia adalah mengejar kesuksesan, berupaya bagaimana supaya berhasil dan sebagainya.  Tidak salah menjadi orang yang sukses dan berhasil, justru kami berdoa supaya seluruh jemaat GPI Petra dapat sukses dan berhasil. Tetapi mari kita lebih dalam apa kata Firman Tuhan tentang fokus hidup kita selama kita ada di dunia ini.  Kalau kita hidup dalam Kerajaan Allah tetapi dengan pola dunia, maka akan jadi masalah. Apa yang ada di pikiran Anda tentang hidup dalam kerajaan Allah?  Apa yang ada di pikiran Anda tentang hidup di dunia ini?  Apapun yang Anda pikirkan tentang kerajaan Allah itulah yang mempengaruhi fokus Anda dan tindakan Anda tentang kerajaan Allah itu sendiri.  Apapun yang Anda pikirkan tentang kehidupan selama di dunia ini, itulah yang mempengaruhi fokus dan tindakan Anda selama ini.  Apakah paradigma kita benar atau salah hanya bisa dinilai dari ALKITAB yang adalah Firman Allah, inilah satu-satunya dasar kehidupan kita.Kita harus melihat lebih dalam ke dalam Alkitab, tentang bagaimana kita hidup selama di dunia, supaya fokus hidup kita tidak salah.  Mari kita lihat paradigma kerajaan Allah yang tertulis dalam Filipi 3:1-16

  1. Tidak menaruh kepercayaan kepada hal-hal lahiriah (Filipi 3:3)

Ibrani 12:26-28 berkata, “Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.”  Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut”.  Dalam ayat ini dikatakan bahwa dunia (apa yang lahiriah) yang akan terguncangkan semua.  Tetapi kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan.  Lebih jauh dijelaskan di dalam 1 Yohanes 2:16-17,  Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.  Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

  1. Bersekutu dengan penderitaan Kristus (Filipi 3:10)

Falsafah dunia berkata: “Mencari nikmat, menghindari sengsara”, tetapi firman Tuhan berkata bahwa orang Kristen harus bersekutu dengan penderitaan Kristus (pikul salib).  Dalam 2 Korintus 4:8-12, Rasul Paulus menceritakan bahwa dia banyak sekali mengalami aniaya.  Mengapa dia bisa tetap kuta? Karena dia memandang dari kekekalan.

Mari kita ubah paradigma kita yang salah yang kita hidupi selama ini, dan mari kita menghidupi paradigma kerajaan Allah.  Hidup dalam kerajaan Allah dengan pola kerajaan Allah.                                                                         

By: Pdm.Rapi Gultom,S.Th

 




Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)