Senin, 03 April 2017 - 07:52:51 WIB
KASIH DAN PENERIMAAN VS PENGHAKIMAN
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Ibadah Raya - Dibaca: 843 kali

KASIH DAN PENERIMAAN VS PENGHAKIMAN

Minggu yang lalu kita sudah belajar tentang Kasih dan Penerimaan Vs penghakiman.  Hari ini kita akan lanjutkan pelajaran tersebut.   Ketika kita memilih mengasihi dan menerima seseorang daripada menghakimi dia, ini adalah salah satu cara merobek jiwa kita (mengalami peremukan).  Peremukan adalah kita memilih melakukan sesuatu yang sesuai firman sekalipun itu tidak menyenangkan bagi jiwa atau tubuh kita.  Secara jiwani atau jasmani lebih enak menghakimi daripada mengasihi.  Tetapi kita memilih untuk mengasihi dan menerima sesama kita sekalipun mereka memiliki kekurangan/kelemahan. Penghakiman adalah salah satu dosa lidah.  Dalam Yakobus 3:1-12 dituliskan dengan jelas tentang dosa lidah.  Dengan lidahlah seseorang menghakimi orang lain.  Lidah adalah anggota tubuh yang sangat kecil, tetapi sangat berbahaya. Yakobus 3:5, “Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.”. Seseorang yang terus dihakimi akan mengalami kematian rohani, dan orang yang menghakimi akan dihakimi oleh orang yang lain lagi, karena firman Tuhan berkata demikian, Matius 7:1, “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi”.  Berbeda dengan kasih dan penerimaan.  Apa yang terjadi kalau kita mengasihi dan menerima sesama kita, sekalipun dia memiliki kekurangan dan kelemahan?  Mari kita lihat contoh berikut ini:

  1. Perempuan yang berzinah (Yohanes 8:-11)

Para ahli taurat membawa kepada Yesus seorang perempuan yang tertangkap basah berbuat zinah.  Hukum yang berlaku bagi masyarakat Israel pada waktu itu adalah bahwa perempuan itu harus dihukum mati dengan dilempari batu.  Yesuspun mempersilahkan orang-orang itu untuk menghukum perempuan itu dengan berkata: “barangsiapa diantara kamu tidak berdosa, hendaklah ia pertama melemparkan batu kepada perempuan ini”.  Tidak ada seorangpun yang menghukum perempuan itu, dan Yesuspun tidak menghukumnya.  Yesus mengasihi dan menerima perempuan berdosa itu.  Lihat apa yang terjadi berikutnya, Yohanes 12:1-7, perempuan yang sama datang meminyaki Yesus dengan minyak narwastu murni dan sangat mahal.  Kasih dan penerimaan sanggup mengubah hidup seseorang menjadi lebih baik

  1. Onesimus (Filemon 1)

Onesimus adalah hamba Filemon yang mencuri barang-barang Filemon, dan tertangkap dimasukkan dalam penjara.  Di penjara dia bertemu dengan Paulus.  Walaupun Onesimus orang jahat, tetapi karena Paulus mengasihi dan menerima dia.  Filemon juga mengasihi dan menerima dia.  Karena kasih dan penerimaan yang besar itu mengubah hidup Onesimus, dari seorang yang jahat menjadi seorang Pemimpin Gereja yang dipakai Tuhan.  Menurut catatan sejarah, Onesimus adalah seorang Uskup (pemimpin gereja di Efesus). Bahkan dia juga yang mengumpulkan surat-surat Rasul Paulus kepada gereja-gereja di berbagai kota.

Penghakiman menghasilkan kematian, tetapi KASIH dan PENERIMAAN menghasilkan KEHIDUPAN.

By: Pdm.Rapi Gultom




Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)