Senin, 20 Maret 2017 - 10:10:59 WIB
MATI DAN BERBUAH
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Ibadah Raya - Dibaca: 535 kali

MATI DAN BERBUAH

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah (Yoh 12:24). Kehidupan gandum berada di dalam bijinya, terbungkus oleh kulitnya yang kuat. Proses supaya biji dapat mengeluarkan kehidupan sehingga menjadi pohon dan berbuah: Pertama, biji gandum itu harus jatuh dulu ke dalam tanah. Kedua, biji gandum itu harus mati dan dikubur di dalam tanah. Ketiga, kulitnya yang keras itu harus terbelah akibat dari suatu proses kehidupan yang sedang terjadi. Biji itu mengalami suhu tertentu pada tanah, terbasahi oleh air, dan reaksi-reaksi lainnya mengakibatkan biji itu mengalami kehidupan dan menembus hingga membela kulit biji gandum tersebut.

Tuhan telah memberikan kehidupan-Nya di dalam roh manusia, sejak manusia menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Manusia menjadi ciptaan baru, lahir dari Allah, memiliki kehidupan yang ada pada Allah. Seharusnya kehidupan yang ada di dalam roh kita bisa menjadi berkat bagi diri kita dan bagi orang lain, namun ada yang membatasinya, yaitu jiwa dan keinginan daging (tubuh) bagaikan kulit keras yang membungkus biji gandum . Pentingnya pembaharuan dibagian jiwa, mengisinya dengan firman dan menyelaraskan pikiran, perasaan, dan emosi sesuai Firman Tuhan. Proses inilah yang disebut dengan “mati” untuk bisa mengalami kehidupan dan bertumbuh serta berbuah lebat.

Kita akrab dengan kisah Yakub. Di mana nama Yakub (penipu) akhirnya berubah menjadi Israel (Pemenang). Kehidupan Yakub yang sejak di dalam kandungan, proses kelahiran hingga masa mudanya penuh dengan kelicikan dan penipuan yang membuat hidupnya tidak bisa mengalami berkat dan tidak bisa berbuah. Namun setelah proses Tuhan terjadi dalam hidupnya secara bertubi-tubi, yang dimulai dari dia meninggalkan rumah orangtuanya, harus berjalan cukup lama ke rumah Laban (pamannya) di Padan Aram. Inilah proses bentukan yang terjadi dalam hidup Yakub. Selanjutnya dia diproses di rumah Laban dalam mendapatkan dua istrinya dan dalam mendapatkan upahnya dalam bekerja. Ketika Yakub meninggalkan rumah pamannya dengan hati yang penuh kebencian, di tengah jalan dia mengalami proses peremukan jiwa dan mematikan keinginan daging, saat bergumul dengan Allah dipinggir sungai Yabok. Pada masa ini ada perjumpaan dengan Allah untuk meremukkan kekuatan diri sendiri (jiwa dan tubuh). Sejak peristiwa tersebut Yakub mengeluarkan hidup yang ada di dalam rohnya. Dia berani bertemu dengan abangnya Esau dan merendahkan diri, menyelesaikan penipuan masa lalu.
Setelah Yakub mengalami proses sekolah kehidupan, berikutnya dia bersinar dan berbuah. Tuhan menghadiakan dia seorang anak bernama Yusuf yang menjadi orang kedua pemimpin di Mesir. Diapun mengalami 17 tahun masa indah di hari tuanya di Mesir. Yakub bisa mendoakan raja Firaun di Mesir, menjadi berkat dengan mendoakan seluruh keturunannya. Akhirnya keturunannya menjadi suatu bangsa yang besar (Israel) yang menjadi bangsa pilihan Tuhan. Inilah buah yang muncul setelah kematian kedagingan dan pembaharuan jiwa Yakub. Berbuah setelah mati.

By: Pdt.Pieter.A.N




Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)