Jumat, 17 Maret 2017 - 08:49:03 WIB
HATI YANG HANCUR: BERHARGA DI HADAPAN TUHAN
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Saat Teduh - Dibaca: 342 kali

Sabtu, 18 Maret 2017
HATI YANG HANCUR: BERHARGA DI HADAPAN TUHAN
Mazmur 51 : 1-21

Sebelum menjadi bejana yang indah dan berharga, tanah liat harus mengalami proses pembentukan yang dikerjakan oleh seorang penjunan. Tanah liat itu terlebih dahulu harus dihancurkan, dibuang kerikil-kerikilnya, lalu diolah dan harus melewati proses pembakaran. Begitu juga dengan sebidang tanah. Sebelum benih dapat disemaikan, seorang petani harus terlebih dahulu mengolah tanahnya dengan cangkul dan bajak, kemudian mengairinya dan barulah tanah tersebut siap untuk ditanami.

Setiap anak Tuhan yang rindu dipakai sebagai alat kemuliaan Tuhan tak luput dari proses pembentukan. Kita harus memiliki penyerahan diri penuh kepada Tuhan. Hati yang remuk dan hancur di hadapan Tuhan, serta memiliki rasa haus dan lapar akan Dia adalah modal menggerakan hati Tuhan, bukan hati yang dipenuhi kesombongan atau kecongkakan, sebab "Allah menentang orang yang congkak," (1 Petrus 5:5), dan Dia "...akan mematahkan kecongkakkan mereka dengan segala daya upaya mereka." (Yesaya 25:11b). Inilah korban yang berkenan kepada Tuhan. Tak ada yang lebih berharga di mata Tuhan kecuali hati yang hancur dan pertobatan, "Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya." (Mazmur 51:18).

Mari kita mempersembahkan hati dan jiwa yang hancur dengan sungguh-sungguh ke hadirat Tuhan. Agar persembahan hati kita berkenan dihadapan Tuhan Yesus Kristus.

Pembacaan Alkitab 1 tahun : Ul 32 – 34 ; Mark 15 : 26-47




Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)