Jumat, 17 Maret 2017 - 08:26:03 WIB
JIWA YANG HANCUR: PERSEMBAHAN YANG BERKENAN
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Saat Teduh - Dibaca: 369 kali

Jumat, 17 Maret 2017
JIWA YANG HANCUR: PERSEMBAHAN YANG BERKENAN
Yesaya 57 : 14-21

Semua orang pasti pernah menangis, tapi umumnya hanya ketika mengalami masalah yang berat atau memikirkan hal-hal yang menyakitkan, menyedihkan dan mengecewakan: menangis karena sakit yang diderita, menangis karena ditinggal pacar, menangis karena merasa diabaikan oleh suami atau orang yang dicintai dan sebagainya. Tangisan yang demikian hanya akan mendatangkan kelemahan dan membuat seseorang kehilangan sukacita dan damai sejahtera. Tangisan seseorang yang bermakna beda ketika ia menangis di bawah kaki Tuhan Yesus, karena tangisan jenis ini lahir ketika seseorang menyadari akan ketidakberdayaan dan keterbatasannya, yaitu tangisan yang lahir dari jiwa yang hancur, hati yang remuk menyesali segala kesalahan dan dosa yang telah diperbuatnya.

Inilah yang dirasakan oleh Daud setelah ia ditegur oleh nabi Natan. Dengan jiwa hancur Daud datang kepada Tuhan dan memohon ampun atas dosa dosanya. (Mazmur 51:3-4).

Penyesalan dan jiwa yang hancur kini sudah jarang dirasakan oleh banyak orang Kristen. Meski telah banyak melakukan kesalahan dan dosa kita tidak berasa apa-apa, tidak lagi peka, bahkan menganggapnya sebagai hal yang biasa. Ini terjadi karena kita merasa diri paling benar, paling baik dan paling sempurna dibandingkan dengan orang lain sehingga sulit sekali untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan. “…jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah." Mazmur 51:19

Pembacaan Alkitab 1 tahun : Ul 30 – 31 ; Mark 15 : 1-25




Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)