Kamis, 02 Maret 2017 - 13:10:51 WIB
KUNCI BERSUKACITA: BUANG RASA KUATIR
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Saat Teduh - Dibaca: 369 kali

Kamis, 02 Maret 2017

KUNCI BERSUKACITA: BUANG RASA KUATIR

Matius 6:25-33

Rasul Paulus menasihati, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur." (Filipi 4:6). Sesungguhnya Paulus memiliki 1001 alasan untuk kuatir dan tidak bersukacita, karena pada saat itu ia sedang berada di dalam penjara dan juga menunggu eksekusi hukuman mati yang akan dilaksanakan terhadapnya. Belum lagi ia mendengar kabar bahwa di gereja Efesus terjadi perpecahan di antara para pemimpin rohaninya. Kesemuanya itu berpotensi membuatnya tidak bersukacita, tetapi ia justru dapat berkata, "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah" . Apa rahasia hidup Paulus yang dalam kondisi sangat memprihatinkan tetap mampu bersukacita? Bersukacita atau tetap kuatir adalah sebuah keputusan.

Paulus membuat keputusan untuk tidak mau dikuasai oleh kekuatiran karena ia tahu bahwa kekuatiran bukan hanya akan mematahkan semangat di dalam diri, tetapi juga akan menguras energi/staminanya. Bukankah hati yang tidak bersukacita memicu terciptanya berbagai penyakit? Kekuatiran benar-benar hanya akan menarik kita ke arah berlawanan, menjauh dari sasaran yang hendak kita tuju sehingga fokus kita pun terpecah-belah. Itulah sebabnya Paulus tidak mau dikuasai oleh kekuatiran. Hal ini bukan menunjuk pada sikap menolak atau melarikan diri dari perasaan yang sedang dialaminya, tetapi suatu sikap yang tidak ingin dikuasai atau digerogoti oleh kekuatan yang sedang terjadi.

Pembacaan Alkitab 1 tahun : Bil 26 – 27 ; Mark 8 : 1-21




Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)